Tenaga Honorer RSUD Dekai Ditikam, Polisi Duga Kuat Pelaku Terkait KKB Yahukimo

 

YAHUKIMO, PAPUA PEGUNUNGAN — Seorang tenaga honorer bagian Radiologi RSUD Dekai berinisial LM (32) menjadi korban penikaman oleh dua orang tak dikenal di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Aparat Operasi Damai Cartenz-2026 menduga kuat kedua pelaku memiliki keterkaitan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka.

Penyerangan terjadi pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 19.30 WIT di kawasan Perumahan Guru SMA Negeri 1 Dekai. Saat itu, korban sedang duduk di bagian belakang sebuah kios ketika dua orang menyerangnya secara tiba-tiba menggunakan senjata tajam. Polisi kini memburu pelaku dan mendalami dugaan keterlibatan kelompok bersenjata tersebut.

Serangan Mendadak Mengakibatkan Dua Luka Tusuk

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa korban diserang dari arah samping kiri dan belakang. Akibatnya, LM mengalami luka tusuk pada bagian perut kiri dan punggung kanan.

Korban sempat berteriak meminta pertolongan dan berusaha melawan. Kedua pelaku kemudian melarikan diri, sementara warga yang mendengar teriakan segera memberikan bantuan dan membawa korban ke RSUD Dekai.

Saat tiba di rumah sakit, senjata tajam menyerupai samurai pendek tanpa gagang dilaporkan masih tertancap di punggung kanan korban. Tim medis segera melakukan penanganan. Kondisi LM kemudian dilaporkan berangsur stabil, meskipun masih membutuhkan perawatan.

Polisi Mencurigai Keterlibatan KKB Kodap XVI Yahukimo

Dalam penyelidikan awal, aparat mengantongi informasi mengenai ciri-ciri kedua pelaku. Berdasarkan pendalaman tersebut, polisi menduga kuat keduanya memiliki hubungan dengan KKB Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka.

Dugaan keterlibatan kelompok tersebut menjadi salah satu fokus penyidikan. Aparat gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Polres Yahukimo terus mengembangkan informasi untuk mengidentifikasi para pelaku, menelusuri motif penyerangan, serta mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Meski demikian, identitas dan peran masing-masing pelaku masih harus dipastikan melalui pemeriksaan saksi, analisis barang bukti, dan proses penyidikan. Kepolisian menegaskan pengungkapan perkara harus didasarkan pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Barang Bukti Ditemukan di Lokasi Penikaman

Setelah menerima laporan, petugas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, dan melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Dalam penyisiran tersebut, penyidik menemukan satu gagang senjata tajam dan sepasang sandal yang diduga berkaitan dengan kejadian.

Barang bukti tersebut diamankan untuk membantu proses penyelidikan. Penyidik juga mengumpulkan keterangan saksi dan mencocokkan informasi mengenai ciri-ciri pelaku guna mempersempit pencarian.

Kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/57/X/2026/SPKT/Polres Yahukimo/Polda Papua tertanggal 23 Oktober 2026. Aparat masih melakukan pengembangan untuk menangkap pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

Aparat Memburu Pelaku demi Menjamin Keamanan Warga

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penanganan kasus dilakukan secara profesional dan akuntabel berdasarkan bukti yang diperoleh. Penyelidikan diarahkan untuk mengungkap pelaku serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Penikaman terhadap tenaga honorer rumah sakit ini menambah kekhawatiran mengenai keamanan warga sipil di Yahukimo. Masyarakat membutuhkan lingkungan yang aman agar dapat bekerja, memperoleh pelayanan kesehatan, menjalankan kegiatan ekonomi, dan beraktivitas tanpa ancaman kekerasan.

Aparat mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan segera melaporkan informasi relevan kepada pihak berwenang. Dukungan masyarakat dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus, sementara penegakan hukum yang berdasarkan bukti diperlukan untuk memastikan pertanggungjawaban pelaku.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TNI Lumpuhkan Komandan Operasi OPM dan Dua Anggota di Maybrat, Pengamanan Wilayah Diperkuat

Empat Pekerja Proyek Jalan Nasional Tewas di Tolikara, Pemerintah Tegaskan Komitmen Melindungi Warga dan Lanjutkan Pembangunan Papua

Wakil Panglima OPM Zakarias Fatem Ditangkap di Maybrat, Nyatakan Kembali ke NKRI