Postingan

Menampilkan postingan dengan label Politik Internasional Papua

Indonesia Mengatasi Kekejaman KKB di Makimi, Nabire Papua: Respons Cepat Menghadapi Serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Pos Tambang

Gambar
Serangan brutal yang menimpa pos pengamanan milik PT Kristalin Eka Lestari di Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire Regency pada 21 Februari 2026 memperlihatkan wajah paling kejam dari aksi kelompok bersenjata. Laporan-laporan media nasional menyebutkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh kelompok yang dipimpin Aibon Kogoya dan mengakibatkan dua korban tewas dalam kondisi hangus terbakar — sebuah tindakan yang melampaui pola konflik bersenjata biasa dan jelas menargetkan nyawa warga sipil serta petugas yang menjaga fasilitas publik. Kekejaman ini bukan sekadar angka; ia meninggalkan dampak kemanusiaan nyata: jenazah yang tidak utuh sehingga sulit dikenali, ratusan pendulang emas yang panik dan dievakuasi, serta trauma mendalam di komunitas yang bergantung pada aktivitas pertambangan skala kecil untuk mata pencaharian. Laporan lapangan menunjukkan evakuasi lebih dari seratus pendulang dan penutupan sementara akses di kawasan Legari usai serangan. Tanda-tanda Kekejaman Sistematis...

Jejak Politik Benny Wenda di Inggris: Dari Aktivis Papua ke Alat Politik Barat

Gambar
Dua dekade sudah Benny Wenda bermukim di Inggris — negeri yang kini menjadi panggung utama dari kampanye Free West Papua yang ia pimpin. Namun di balik simbol “aktivisme kemerdekaan”, muncul pertanyaan yang lebih tajam: Apakah Wenda benar-benar memperjuangkan rakyat Papua, atau justru menjadi bagian dari permainan politik Barat ? Oxford, Kota Damai yang Melahirkan Ironi Di Oxford — kota universitas yang tenang dan kaya sejarah — Wenda membangun basis gerakan politiknya. Di sanalah Free West Papua Campaign (FWPC) beroperasi, lengkap dengan situs web profesional, jaringan donatur internasional, dan dukungan LSM-LSM yang berafiliasi dengan kepentingan geopolitik Barat. Namun ironi muncul: dari sebuah kota yang jauh dari realitas Papua, Wenda berteriak tentang “penindasan” dan “penderitaan rakyat”. Ia berbicara di konferensi ber-AC, bukan di hutan Papua. Ia menggelar kampanye digital, bukan membantu masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan di pegunungan Jayawijaya. Aktivism...