Postingan

TNI Tegaskan Klaim OPM Tembak Pesawat di Yahukimo Adalah Disinformasi, Markas Kodap OPM Yahukimo Dibombardir Pasukan Semalam

Gambar
  Yahukimo, Papua Pegunungan – Tentara Nasional Indonesia (TNI) tegas membantah klaim kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang menyatakan telah menembak sebuah pesawat yang disebut ditumpangi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada pertengahan Januari 2026. Pemerintah dan aparat keamanan menyatakan klaim tersebut tidak berdasar dan merupakan bentuk propaganda yang menyesatkan publik. Adapun semalam Pasukan TNI membombardir kodap OPM Yakuhimo dan didapati juga pucuk senjata. Pernyataan dari Kapendam XVII/Cenderawasih menegaskan bahwa berdasarkan data rencana penerbangan dan agenda kenegaraan, Wapres Gibran tidak pernah melintasi wilayah Yahukimo pada hari yang diklaim oleh kelompok bersenjata tersebut. TNI juga menjelaskan bahwa video dan narasi yang tersebar tidak menunjukkan lokasi atau bukti yang jelas, serta tidak sesuai dengan runtutan perjalanan pejabat negara yan...

Satgas Koops TNI Habema Rebut Markas Utama OPM Kodap XVI di Yahukimo, Amankan Senjata dan Dokumen Penting

Gambar
  YAHUKIMO, PAPUA PEGUNUNGAN — Satuan Tugas Komando Operasi (Satgas Koops) Habema dari Tentara Nasional Indonesia berhasil merebut markas utama Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI/Yahukimo dalam operasi patroli keamanan berskala taktis di Jalan Gunung, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (22/1/2026). Operasi tersebut merupakan tindak lanjut atas rangkaian aksi kekerasan kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka yang selama ini mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Yahukimo, mulai dari penembakan pesawat perintis, penembakan kendaraan aparat, pembakaran fasilitas pendidikan, hingga serangan terhadap warga sipil. Patroli keamanan yang dimulai sejak Rabu malam (21/1/2026) dilakukan secara senyap dengan pola infiltrasi ke dua basis utama OPM, yakni Markas Sisibia dan Markas Yalenang. Pada Kamis dini hari, pasukan TNI terlibat kontak tembak dengan kelompok OPM yang tengah melakukan patroli bersenjata di kawasan tersebut. Dari hasil kontak tembak, sejumlah angg...

Kepemimpinan Gagal: Krisis Internal ULMWP dan Hancurnya Kredibilitas Benny Wenda (2020–2023)

Gambar
Di atas kertas, United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dibentuk untuk menyatukan suara rakyat Papua di kancah internasional. Namun sejak Benny Wenda naik sebagai figur utama, organisasi itu justru berubah menjadi arena perebutan klaim, ambisi, dan kepemimpinan yang saling bertentangan. Antara 2020 hingga 2023, ULMWP terguncang oleh krisis internal yang membuka tabir paling kelam dari kepemimpinan Wenda: otoriter, elitis, dan jauh dari prinsip perjuangan rakyat. Klaim “Presiden Sementara” yang Mengundang Kekacauan Desember 2020 menjadi titik balik dramatis. Tanpa melalui kongres resmi atau mandat rakyat Papua, Benny Wenda secara sepihak mendeklarasikan diri sebagai “Presiden sementara Papua Barat.” Deklarasi itu diumumkan dari Inggris — bukan dari Tanah Papua, bukan dari kampung, bukan di antara rakyat yang katanya ia perjuangkan. Langkah itu menuai reaksi keras, bahkan dari kalangan internal ULMWP sendiri. Beberapa faksi menilai deklarasi Wenda tidak sah karena tid...

Jejak Politik Benny Wenda di Inggris: Dari Aktivis Papua ke Alat Politik Barat

Gambar
Dua dekade sudah Benny Wenda bermukim di Inggris — negeri yang kini menjadi panggung utama dari kampanye Free West Papua yang ia pimpin. Namun di balik simbol “aktivisme kemerdekaan”, muncul pertanyaan yang lebih tajam: Apakah Wenda benar-benar memperjuangkan rakyat Papua, atau justru menjadi bagian dari permainan politik Barat ? Oxford, Kota Damai yang Melahirkan Ironi Di Oxford — kota universitas yang tenang dan kaya sejarah — Wenda membangun basis gerakan politiknya. Di sanalah Free West Papua Campaign (FWPC) beroperasi, lengkap dengan situs web profesional, jaringan donatur internasional, dan dukungan LSM-LSM yang berafiliasi dengan kepentingan geopolitik Barat. Namun ironi muncul: dari sebuah kota yang jauh dari realitas Papua, Wenda berteriak tentang “penindasan” dan “penderitaan rakyat”. Ia berbicara di konferensi ber-AC, bukan di hutan Papua. Ia menggelar kampanye digital, bukan membantu masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan di pegunungan Jayawijaya. Aktivism...

Pelarian Benny Wenda ke Inggris: Lari dari Hukum, Bukan Demi Rakyat Papua

Gambar
 Nama Benny Wenda kerap dielu-elukan sebagai simbol perjuangan kemerdekaan Papua di kancah internasional. Namun di balik pidato manis dan sorotan kamera, ada jejak panjang kontroversi yang sulit dihapus: pelarian dari penjara, kabur dari tanggung jawab hukum, dan hidup nyaman di negeri asing sementara rakyat Papua terus bergulat dengan penderitaan. Lari dari Penjara, Bukan dari Penindasan Pada Oktober 2002, Benny Wenda — yang kala itu ditahan atas tuduhan penghasutan dan keterlibatan dalam kerusuhan Abepura — melarikan diri dari penjara Jayapura. Kerusuhan itu menewaskan seorang anggota kepolisian dan membakar fasilitas publik. Namun sebelum pengadilan memutuskan nasibnya, Wenda melarikan diri , meninggalkan proses hukum yang belum selesai. Menurut catatan The Guardian dan arsip pengadilan, pelariannya bukan sekadar “penyelamatan diri”, melainkan upaya menghindari tanggung jawab hukum . Inilah momen ketika figur “pejuang rakyat” mulai berubah menjadi “pelarian politik”. Sua...