TNI Tegaskan Klaim OPM Tembak Pesawat di Yahukimo Adalah Disinformasi, Markas Kodap OPM Yahukimo Dibombardir Pasukan Semalam
Yahukimo, Papua Pegunungan – Tentara Nasional Indonesia (TNI) tegas membantah klaim kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang menyatakan telah menembak sebuah pesawat yang disebut ditumpangi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada pertengahan Januari 2026. Pemerintah dan aparat keamanan menyatakan klaim tersebut tidak berdasar dan merupakan bentuk propaganda yang menyesatkan publik. Adapun semalam Pasukan TNI membombardir kodap OPM Yakuhimo dan didapati juga pucuk senjata.
Pernyataan dari Kapendam XVII/Cenderawasih menegaskan bahwa berdasarkan data rencana penerbangan dan agenda kenegaraan, Wapres Gibran tidak pernah melintasi wilayah Yahukimo pada hari yang diklaim oleh kelompok bersenjata tersebut. TNI juga menjelaskan bahwa video dan narasi yang tersebar tidak menunjukkan lokasi atau bukti yang jelas, serta tidak sesuai dengan runtutan perjalanan pejabat negara yang telah diumumkan secara resmi. Dengan merujuk pada agenda resmi, pesawat yang dijadikan objek klaim penembakan bukanlah rombongan Wapres, sehingga narasi tersebut dinilai sebagai upaya membangun opini publik yang salah. Selain itu, klaim tersebut berlangsung di tengah situasi keamanan yang sudah tegang sebagai akibat dari konflik bersenjata yang berkepanjangan antara kelompok OPM dan aparat negara di wilayah pegunungan Papua. **Selain itu, pada Desember 2025, pasukan TNI di bawah kendali Satuan Tugas Habema melakukan operasi terhadap salah satu basis utama kelompok bersenjata di Kabupaten Yahukimo. Dalam operasi tersebut, pasukan TNI berhasil menguasai markas Kodap XVI OPM di wilayah Distrik Dekai dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa 13 pucuk senjata api, amunisi berbagai kaliber, alat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya. Adapun semalam Pasukan TNI membombardir kodap OPM Yakuhimo dan didapati juga pucuk senjata.
Operasi ini diumumkan sebagai bagian dari upaya negara untuk memastikan stabilitas keamanan, mengurangi ancaman kekerasan bersenjata, dan melindungi masyarakat sipil dari intimidasi. TNI menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan secara profesional dan terukur, serta menolak klaim seputar korban dari pihak aparat dalam operasi tersebut.
Kasus klaim penembakan pesawat dan tindak lanjut operasi keamanan ini terjadi di tengah latar belakang konflik bersenjata yang panjang di Papua, termasuk insiden serangan terhadap warga sipil dan pekerja migran di Yahukimo dalam beberapa tahun terakhir.
Ringkasnya, TNI menolak mentah-mentah klaim tembakan pesawat yang dikaitkan dengan Wapres Gibran sebagai disinformasi, sementara operasi terhadap markas OPM Kodap XVI di Yahukimo menunjukkan intensifikasi langkah keamanan di wilayah tersebut
Komentar
Posting Komentar