Postingan

KKB Semakin Brutal, Pemerintah Perkuat Koordinasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Perdamaian Papua

Gambar
  JAKARTA — Kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di sejumlah wilayah Papua kembali menjadi perhatian. Di tengah laporan penembakan terhadap warga sipil dan gangguan keamanan, upaya menciptakan perdamaian dinilai membutuhkan koordinasi lintas sektor yang menggabungkan aspek keamanan, penegakan hukum, pelayanan publik, dan pembangunan. Aparat gabungan TNI-Polri terus menjalankan langkah penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata sekaligus berupaya memutus jaringan peredaran senjata dan amunisi. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk mencegah kemampuan kelompok bersenjata melakukan kekerasan terhadap masyarakat. KKB Semakin Brutal, Warga Sipil Menjadi Korban Sejumlah aksi kekerasan yang dilaporkan terjadi di Papua menunjukkan bahwa masyarakat sipil masih menghadapi risiko keamanan. Okezone melaporkan tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yakni Wili Mbuik, Aprida Rapi, dan Alfonsius Albinus Meha, menjad...

Satgas Damai Cartenz Ungkap Peredaran 71 Amunisi Ilegal di Timika, Tiga Orang Diamankan

Gambar
  TIMIKA, PAPUA TENGAH — Upaya aparat menjaga keamanan di Papua Tengah kembali menunjukkan hasil melalui pengungkapan dugaan kepemilikan dan peredaran amunisi ilegal di Kabupaten Mimika. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 mengamankan tiga orang berinisial DRW (24), PY (23), dan GT (25) pada Selasa, 29 September 2026. Dari pengembangan perkara tersebut, penyidik menyita 71 butir amunisi kaliber 5,56 mm dalam berbagai jenis, satu unit sepeda motor, serta satu telepon seluler. Pengungkapan ini menjadi bagian dari proses penegakan hukum yang masih terus dikembangkan untuk mengetahui peran masing-masing pihak dan kemungkinan keterlibatan pihak lainnya. Satgas Damai Cartenz Amankan Tiga Orang di Mimika Ketiga orang tersebut diamankan dalam rangka pengembangan perkara dugaan penyalahgunaan amunisi. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani menyatakan pengamanan tersebut merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Penyidik masih mendalami fakta da...

TPNPB-OPM Keluarkan Ancaman di Tolikara, Pemerintah Perkuat Perlindungan ASN dan Warga Sipil

Gambar
  TOLIKARA — Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB-OPM), melalui juru bicaranya Sebby Sambom, mengeluarkan seruan yang ditujukan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan warga pendatang di Kabupaten Tolikara. Dalam siaran pers bertanggal 2 Oktober 2026 tersebut, kelompok itu meminta ASN dan warga pendatang meninggalkan wilayah yang mereka klaim sebagai area operasi sebelum adanya operasi bersenjata. Pernyataan tersebut sekaligus memunculkan perhatian terhadap keselamatan masyarakat sipil dan keberlangsungan pelayanan publik di Tolikara. Ancaman kekerasan terhadap warga berdasarkan asal daerah, pekerjaan maupun dugaan keterkaitan dengan pemerintahan merupakan persoalan serius yang membutuhkan langkah pencegahan dan penanganan sesuai hukum. Ancaman Ditujukan kepada ASN dan Warga Pendatang Menurut laporan Go Indonesia, siaran pers TPNPB-OPM secara khusus menyebut sejumlah kelompok pekerjaan yang banyak dilakukan warga pendatang, antara lain sopir taksi,...

Empat Anggota OPM Kembali ke NKRI, Serahkan Senjata kepada TNI di Puncak Jaya

Gambar
PUNCAK JAYA, PAPUA TENGAH — Empat orang yang disebut aparat sebagai anggota kelompok bersenjata OPM di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, memilih meninggalkan aktivitas bersenjata dan kembali ke tengah keluarga serta masyarakat. Mereka menyerahkan empat pucuk senjata api kepada Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto dalam Upacara Reintegrasi Nasional di halaman Makodim 1714/Puncak Jaya, Sabtu, 26 September 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses reintegrasi yang membuka ruang bagi individu yang ingin meninggalkan kekerasan untuk kembali menjalani kehidupan sipil. Selain berdampak pada individu yang bersangkutan, penyerahan senjata juga berkaitan dengan upaya mengurangi potensi ancaman keamanan di tengah masyarakat. Empat Orang Serahkan Senjata dalam Upacara Reintegrasi Empat orang tersebut disebut sebagai Bongkar Tabuni, Lipar Tabuni, Bejo Tabuni, dan Kopitua Tabuni . Mereka disebut berasal dari kelompok yang oleh aparat dikaitkan dengan OPM Kodap X/Tolikara dan OPM Kod...

TNI Tangkap Weminus Wandik di Bandara Wamena Saat Hendak Mengambil Paket Berisi Senjata

Gambar
  WAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN — Pasukan TNI dari Yon Pasgat Pos Wamena di bawah kendali Kogabwilhan III menangkap Weminus Wandik saat hendak mengambil sebuah paket kargo di Gudang Cargo Trigana Air, Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan. Menurut keterangan Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, paket tersebut sebelumnya dikirim dari Bandara Sentani, Jayapura, menuju Wamena dan berisi sejumlah barang yang disebut aparat berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Penangkapan tersebut berawal dari informasi yang diterima Yon Pasgat Pos Wamena dari Yon 462 Pasgat Pos Jayapura mengenai sebuah paket mencurigakan. Langkah tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemantauan dan pemeriksaan di fasilitas kargo Bandara Wamena. Paket Dikirim dari Sentani Menuju Wamena Menurut Lucky Avianto, paket atas nama Weminus Wandik dikirim pada Senin, 21 September 2026, dari Sentani menuju Wamena menggunakan pesawat kargo Trigana Air. Aparat kemudian melakukan pemantauan terhadap pergerakan...

Baku Tembak TNI dan KKB di Nduga, Aparat Pastikan Kelompok Bersenjata Menjauh dari Permukiman

Gambar
NDUGA, PAPUA PEGUNUNGAN — Baku tembak antara pasukan TNI dan kelompok bersenjata yang oleh aparat disebut sebagai KKB Kodap III Ndugama Derakma terjadi di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Kontak senjata berlangsung ketika pasukan TNI dari Koops Habema melakukan penyisiran di kawasan hutan dalam operasi pencarian anggota kelompok yang dikaitkan aparat dengan Egianus Kogoya. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, kontak senjata terjadi setelah kelompok bersenjata melepaskan tembakan ke arah pasukan TNI. Pasukan kemudian merespons dan mendorong kelompok tersebut semakin menjauh dari kawasan permukiman serta pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Baku Tembak Terjadi Saat TNI Menyisir Kawasan Hutan Menurut keterangan Lucky, pasukan Koops Habema tengah melakukan penyisiran di kawasan hutan untuk mencari anggota kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan Egianus Kogoya. Dalam operasi tersebut, kelompok bersenjata disebut m...

Kecam Pembunuhan Sopir Travel Aris Sanda oleh OPM, Negara Hadir Lindungi Warga Sipil di Papua

Gambar
  WAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN — Tindakan kekerasan yang menewaskan Aris Sanda alias Tasya , seorang sopir travel asal Toraja, patut dikecam. Korban dilaporkan menjadi sasaran kelompok bersenjata yang disebut aparat sebagai OPM Kodap II Ndugama setelah kendaraannya dicegat di jalur Trans Wamena–Nduga pada 15 September 2026. Aris saat itu tengah menjalankan pekerjaannya sebagai sopir, membawa penumpang sekaligus melayani kebutuhan transportasi dan logistik masyarakat menuju wilayah pedalaman. Menurut keterangan TNI, para penumpang diperintahkan kembali ke Wamena, sementara Aris dibawa menuju kawasan Danau Habema. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa masyarakat sipil yang hanya menjalankan pekerjaan sehari-hari masih menghadapi risiko serius akibat kekerasan bersenjata. Korban Diduga Disandera Sebelum Dibunuh Sebelum ditemukan meninggal, Aris dilaporkan sempat disandera. Dalam video yang diterima detikcom, korban terlihat dikelilingi sejumlah anggota kelompok bersenjata. Ia dise...